Manqobah Karomah Abah Anom Mursyid TQN 1

MANQOBAH

K A R O M A H

MURSYID THORIQOH QODIRIYYAH WAN NAQSYABANDIYYAH SYEIKH AHMAD SOHIBUL WAFA TAJUL ‘ARIFIN RA

(ABAH ANOM)

abah-anom5

*MENGAWASI HATI MURID-MURIDNYA

Manqobah ini diambil dari ceramahnya KH.Thohir Abdul Qohir salah satu wakil Talqin Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah yang berada di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia.

Tersebutlah seorang kiayi bernama KH.Tohir yang sedang menimba ilmu di salah satu pesantren di kotanya. Konon Sang Guru yang mengajarkan ilmu di pesantrennya tersebut melarang Kiayi Tohir untuk tidak menemui seorang kiayi besar yang tinggal di Suryalaya bernama Abah Anom, apalagi berguru kepadanya.

Namun, setetelah melalui penelusuran dan pembelajaran ilmu tassawuf yang diajarkan di Pesantren Suryalaya, akhirnya kiayi Tohir meminta kepada Abah Anom untuk dibaiayat atau ditalqin dzikir (di ajarkan dzikir Thoriqoh). Namun, tentu saja dalam benak kiayi Tohir kunjungannya ke Abah Anom yang tanpa sepengatahuan gurunya itu akan membuat murka di pesantren dikotanya. Apalagi, setelah di talqin dzikir (pengajaran dzikir thoriqat) ada suatu amanat dari Abah Anom yakni ucapan salam yang harus disampaikan kepada guru dipesantrennya. Ketika kiayi Tohir sedang duduk menunggu sholat berjamaah di Mesjid Nurur Asror di Kompleks Pesantren Suryalaya sebelum ia kembali bertolak ke kampung halamannya, pikirannya terus berkecamuk tidak bisa tenang. Ketika dalam benaknya terbersit bagaimana wajah murka gurunya yang sedang memarahinya habis-habisan karena ketidak taatannya, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dengan sorban dan berkata: “Tong sok goreng sangka kabatur, komo ka guru soranganmah, boa teuing teu kitu! dalam bahasa Indonesia : “jangan selalu berburuk sangka terhadap orang lain, apalagi terhadap guru sendiri, belum tentu seperti itu “. Kiyai Thohir begitu kaget ternyata yang menepuk pundak dan membaca pikirannya itu adalah guru ruhaninya yang baru, yaitu Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin ra (Abah Anom).

Dari kejadian itu Kiai Thohir mendapatkan pelajaran yang berharga bahwa seorang guru ruhani Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah bisa mengetahui hati murid-muridnya dimanapun mereka berada. Mursyid akan terus mengawasi dan membimbing hati murid-muridnya agar hati selalu menuju Allah

Sepulang dari Pesantren Suryalaya dan kembali ke Pesantren dikampungnya, Kiai Thohir menyampaikan amanat salam dari Mursyid Kammil Mukammil Syekh ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin ra kepada gurunya. Dan ternyata, diluar dugaan Kiayinya yang dipesantren itu malah memuji Abah Anom bahkan Kiayi Thohir sebagai salah satu murid kesayangannya itu dianjurkan untuk menjalankan ajaran yang di bawa oleh Abah Anom sebagai pewaris para Nabi.

Selanjutnya, Kiayi Thohir mengabdikan diri sepenuhnya kepada Abah Anom dan mengamalkan ajaran yang telah diajarkannya. Akhirnya Kiai Thohir dipercaya menjadi salah satu wakil Talqin, yaitu orang yang di izinkan untuk mengajarkan atau mengijazahkan dzikir Thoriqoh kepada orang yang membutuhkannya.

& Komentar

  1. imam berkata,

    Februari 25, 2009 pada 7:43 am

    YA. ALLAH BIMBINGLAH HAMBAMU INI MENUJU KEHADIRATMU MELALUI MURSYID YG KAU TUNJUK UNTUK MEMBIMBING HAMBA..

  2. M. Syukron berkata,

    Maret 28, 2009 pada 4:37 am

    Alhamdulillah…dengan membaca artikel ini semakin menguatkanku dalam mencari jalan MU ya Allah..melalui para Wali MU lah engkau tunjukkan wujud MU..Allahumma Anta Maksudii..Waridloka matlubi..A’tini.. mahabbataka wama’rifataka..amiiinn..

  3. Prayitno berkata,

    April 7, 2009 pada 7:22 am

    Alhamdulillah, smoga smkin byk tulisan2 ttg Toreqat2 yg lian hingga menambah wawasan keislaman kt..

  4. Prayitno berkata,

    April 7, 2009 pada 7:27 am

    Kalo bs ditulis dzikir2 toreqat yg dibaca pd saat selesai shalat

  5. TONO berkata,

    April 12, 2009 pada 4:06 am

    GA USAH RAGU DGN PANGKAT KE WALIAN ABAH ANOM YG MERUPAKAN ULAMA PWARIS PARA NABI.AMIN

  6. daikembar berkata,

    April 13, 2009 pada 4:45 am

    Ya, Beliau adalah Seorang Wali Agung Mursyid Kammil Mukammil yang akan membawa ruhani kita kepada Allah

  7. Roendy berkata,

    Juni 15, 2009 pada 4:23 pm

    saya pernah mendengar ceramah seorang kiyai di satu radio lokal,dalam ceramah nya kiyai tsb,mengatakan : bahwa dalam hembusan nafas, kita harus slalu berdzikir pada Alloh,dimana pun,kapanpun,sedang apapun…dalam denyutan jantung harus slalu berdzikir pada Alloh. yg bisa melakukan itu/memberikan cara itu adalah seorang mursyid, wali agung/wali Alloh. saya berfikir,dimana pada zaman sekarang ini saya bisa bertemu dengan seorang wali agung.Alhamdulillah saya telah dipertemuan dengan seorang wali agung mursyid kamil mukammil, yakni pangersa guru syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin ra (Abah Anom). dan alhamdulillah saya telah di talqin dzikir oleh nya melalui wakil nya. saya sangat yakin beliaulah SULTHON AULIA di zaman sekarang.smoga saya selalu berada dalam karomah nya beliau.

  8. Roendy berkata,

    Juni 15, 2009 pada 4:24 pm

    saya pernah mendengar ceramah seorang kiyai di satu radio lokal,dalam ceramah nya kiyai tsb,mengatakan : bahwa dalam hembusan nafas, kita harus slalu berdzikir pada Alloh,dimana pun,kapanpun,sedang apapun…dalam denyutan jantung harus slalu berdzikir pada Alloh. yg bisa melakukan itu/memberikan cara itu adalah seorang mursyid, wali agung/wali Alloh. saya berfikir,dimana pada zaman sekarang ini saya bisa bertemu dengan seorang wali agung.Alhamdulillah saya telah dipertemuan dengan seorang wali agung mursyid kamil mukammil, yakni pangersa guru syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin ra (Abah Anom). dan alhamdulillah saya telah di talqin dzikir oleh nya melalui wakil nya. saya sangat yakin beliaulah SULTHON AULIA di zaman sekarang.smoga saya selalu berada dalam karomah nya beliau.karena hanya beliaulah yg bisa membawa ruhani kita kepada Alloh SWT,tanpa beliau wallohu’alam.

  9. ahmad daras berkata,

    Juni 24, 2009 pada 4:33 am

    ass. wr wb. pak saya mohon alamat wakil talkin TQN di bogor, terima kasih, wass…

  10. firdaus_dik berkata,

    Juni 25, 2009 pada 1:59 am

    dulu…sy pengamal dzikir yang belajar dari buku2 tasawuf. saya baca kitab al gozali, jalaludin rumi, rabiah al adawiyah dll yang berkenaan dgn penyucian jiwa…sy menganggap dgn menbaca buku2 tsb telah BENAR tapi… setelah ALLAH mempertemukan dgn Pagersa Abah..semua jadi jelas dan yakin BAHWA dzikir dalam hati hanya bisa diamalkan/dilaksanakan apabila telah mendapatkan talqin dari seorang Guru Mursyd. Tanpa talqin dzikir maka…yang terjadi hanyalah halusinasi…(merasa telah suci, sholeh, menjadi orang baik). Ya.. ALLAH, Ya Rosul…puji syukur atas limpahan karuniaMu tlah mempertemuakan dgn Guru Mursyid, tak ada karunia yang lebih besar dariMu selain pelajaran dzikir yang Engkau berikan pada hambaMu yang penuh kedholiman… mohon doa barokah dan karomah Abah..moga bisa mengamalkan dzikir sampai akhir hayat…

  11. Arif Sudyono berkata,

    Juli 19, 2009 pada 4:18 pm

    Semoga Pangersa Abah Anom Dipanjangkan usianya, selalu Ditambahkan kesehatannya pun kepada Umi, putera-mantu cucu Beliau, Para Wakil Talkin dan para pembantu Beliau dimanapun mereka berada…Amiin..

  12. Djoni Supriyadi berkata,

    November 5, 2009 pada 8:10 am

    Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang itu adalah Sulthon Aulia (Wali Qutub) atau Rajanya Wali?
    Mohon ma’af kerna banyak saling meng claim , bahwa gurunya atau Kiayi nya adalah Sulthon Aulia

    • deni berkata,

      November 24, 2009 pada 5:18 pm

      cocokin aja ama ciri2 wali.

    • yayan berkata,

      November 28, 2009 pada 1:07 pm

      ciri seorang wali hanya bisa diketahui oleh ALLAH dan oleh wali lagi, yang jelas seorang wali tidak hanya bisa dilihat dari lahir( Fisik) saja,tetapi bisa dilihat oleh orang orang yang telah ALLAH karuniai atas diri dan amalan hatinya yang soleh,yang antara pekerjaan lahir dan bathinnya selalu bersama ALLAH…..siapapun bisa untuk menjadi wali yang terpenting seluruh pekerjaan ibadah lahir dan Bathinnya hanya untuk ALLAH,dan mencontoh apa yang di kerjakan oleh Rasullulah secara sempurna,tawadu dan menyeluruh…….insya ALLAh …….

  13. yayan berkata,

    November 28, 2009 pada 12:55 pm

    dalam dunia tarekat kita mengetahui bahwa tarekat itu pekerjaan hati,nah untuk menyeimbangkan hati kita kepada ALLAH,dengan apa yang kita inginkan di dunia ini di butuhkan kekuatan antara lahir dan batin atau dunia dan akherat,dalam segi ekonomi misalnya banyak di temukan problem2 keduniaan dan tidak sedikit orang yang menyimpang ( mengeluh tentang kehidupan perekonomiannya)adakah solusi yang bisa di berikan kepada orang yang mengalami hal hal di atas untuk bisa dibantu perekonomiannya agar hati dan pikirannya tetap teguh kepada ALLAH dan meyakini ilmu yang di amalkannya.terimakasih wassalam……………


Tulis sebuah Komentar