MANQOBAH
K A R O M A H
MURSYID THORIQOH QODIRIYYAH WAN NAQSYABANDIYYAH SYEIKH AHMAD SOHIBUL WAFA TAJUL ‘ARIFIN RA
(ABAH ANOM)
*DAGING BERUBAH JADI MANUSIA
Cerita ini diambil dari ceramahnya KH.M.Abdul Gaous Saefulloh Al-Maslul atau Ajengan Gaos salah satu wakil Talqin Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia.
KH. Maksum memiliki seorang istri yang sedang mengandung. Menurut fonis dokter, istri kiayi tersebut bukanlah kehamilan normal yang biasanya terjadi pada seorang wanita. Namun istri KH.Maksum dovonis menderita kangker dan harus segera dioperasi.
Sang Kiayi akhirnya datang ke Suryalaya ingin bertemu Pangersa Abah Anom untuk meminta doa beliau agar istrinya diberi kelancaran saat operasinya nanti. Ketika kiayi Maksum mengutarakan maksudnya tersebut, Abah hanya berkata: “Heug, sing jadi jelema”, dalam bahasa Indonesia: iya, jadi manusia, maksudnya adalah semoga kandungan istri kiayi Maksum menjadi manusia dengan izin Allah.
Dan ternyata, baru saja istri kiayi Maksum satu langkah keluar dari rumah Pangersa Abah, dia merasakan gerakan-gerakan dalam rahimnya itu, subhanallah. Kontan saja istri kiayi Maksum kaget, dan langsung memeriksakan dirinya ke Dokter. Lalu apa kata Dokter? Subhanallah, Dokter pun sama terkejutnya dengan pasangan suami istri Kiayi Maksum tersebut.
Allahu Akbar, kun fayakun, dengan izin-Nya melalui doa Kekasih-Nya, daging jadi yang asalnya akan diangkat tersebut, ternyata berubah menjadi sesosok manusia kecil yang menggemaskan berjenis kelamin laki-laki. Ya, ternyata setelah dioperasi daging jadi itu berubah menjadi seorang bayi, yang diberi nama Sufi Firdaus.
Idos panggilan anak ini, hingga saat ini masih hidup dan mengabdikan dirinya untuk menjadi murid Syeikh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin ra (Abah Anom).










AZIS MUSLIM berkata,
April 16, 2009 pada 10:10 am
Membaca tulisan diatas sy jadi ingat kejadian tahun 1997, sy tinggal di cigugur-ciamis, saat itu sakit parah kemudian oleh keluarga dibawa berobat ke RS Banjar, saat itu hari sabtu sy hanya diperiksa dan di rontgen hasilnya penyakit paru-paru basah sdh parah, cairan sudah memenuhi paru@ dn hrs disedot. Tapi karena dokter libur, hal itu akan dilaksanakan hari senin. Kami memutuskan untuk menginap di kediaman KH Maksum/dekat pegadaian banjar (mungkin ini adlh beliau yg ditulis pd cerita diatas). Beliau/(seseorang) menjenguk sy dn bercerita akan berangkat manaqiban, keesokan harinya beliau menjenguk kmbl dan bercerita peserta pengajian manaqiban mendo’akan sy, kemudian hari senin sy kembali ke RS Banjar dn ditangani olh seorang dokter spesial penyakit dalam yang terkenal disana, dismping sy ada pasien dgn penyakit yg sama dn disedot cairannya dapat k.l 2 botol aqua, giliran sy disedot tdk sedikitpun keluar cairan, dokter bolak-balik memperhatikn photo rongten dn mencoba nyedot cairan ditempat berbeda disktr punggung sy, hasilnya NIHIL. Sy dinyatakan tidak terdpt cairan dalam paru-parunya dn plng kecigugur dlm keadaan sehat bisa jalan sendiri, tdnya harus dipayang(pdhl photo rongten memprlihtkan paru-paru sy pnh cairan). Beberapa thn kemudian ada yg bernama SUFI (mgkin nama anak seperti cerita diats) berkunjung ke Cigugur dn tinggal disana beberapa lama, (kakek sy sering cerita seseorang bernama KH Maksum di Banjar mungkinkah yg dimaksud oleh kakek sy adalah beliau pd cerita diatas). Sy pernah ditalqin saat usia k.l 5 thn, dn baru pd thn 2009 sy ditalqin kembli dn belajar mengamalkan ajaran TQN sesuai dgn petunjuk Guru Mursyid Pangersa Abah Anom, saat sy membaca cerita diatas, sy jd ingat pengalaman thn 2009, dn sy meyakini proses kesembuhan sy atas kehendak Alloh SWT melalui perantaraan Barokah dan Karomah Pangersa Abah dn Manaqiban (karena beliau(mgkn KH Maksum) cerita sy dido’akan pd acara manaqiban. Subhanalloh betapa besar Barokah dan Karomah Pangersa Aboh, sampai dokter pun tdk bisa mnjelaskan secara medis proses kesembuhan sy, seandinya seseorang yg bernama SUFI FIRDAUS adlah betul yg pernah ke cigugur dn tinggal beberapa lama disana di Ajengan Suhaedi, mohon kirnya berkenan kirim konfirmasi ke email : azis_muslim15@yahoo.co.id Insya Alloh saat Manaqiban di Suryalaya sy ingin bersilaturahmi dengan anda
ilham berkata,
April 20, 2009 pada 5:23 pm
As. membaca tulisan d atas Sy jd tertarik tuk menceritakan kisah nyata…sy telah mendengar di masa ini ada 4 Wali Mursyid Kamil Mukammil yg d sebut2 sbg Sulthon Aulia d masa ini d antaranya adalah Alm. KH. Zaini Abdul Ghani Al-Idrus …Syaikh Nazim Adil Haqqani ….Al-Habib Abdul Qodir As-Saqqof …yg terakhir .Sayyid Syaikh A. Shohibul Wafa Tajul Arifin …Sulthon Aulia hanya satu d setiap masa tdk mungkin lebih dialah Wali Mursyid yg paling taqwa pada zamannya…sebelumnya sy mohon maaf mungkin terlalu lancang tp ini sungguh2 sy alami sy saksikan sendiri d depan mata sy…..Duhai Pangersa Abah maaf kan Ananda telah menceritakan manqobah karomah Pangersa Abah….singkat cerita sy bersama Ust Jufri ikut juga bersama anak istri Pamitan ke Abah Anom mau Pulang Ke Pontianak di tengah kondisi padatnya arus mudik Lebaran 2007. sbelum brangkat Ust. Jufri sempat nelpon k Pengurus tiket Tanjung Priok dpt kabar masih ada tiket namun sesampainya d Pelabuhan Tanjung Priok, kami kaget bukan kepalang kami tdk kedapatan tiket lantaran tiket kburu habis d beli org sedangkan kami banyak bawa barang. Mau balik lg ke Tasikmalaya tdk mungkin ongkos kami pas-pasan. Kami ikhtiar mohon bantuan petugas2 pihak kapal agar bs bantu kami bs naik bayar langsung d atas kapal, namun usaha kami sia2 permintaan kami slalu di tolak tanpa belas kasih. Ketatnya pengawasan Kapal lantaran belum lama kasus tenggelamnya kapal Laut Senopati yang banyak memakan korban Jiwa, Kapal membawa angkutan melebihi kapasitas. Tak terasa Ust. Jufri meneteskan air mata begitu juga dengan istri dan anaknya yg masih bayi menangis. Hati sy begitu perih, sakit hati sy melihat pemandangan yg sy saksikan sendiri . Di tengah malam yg sepi sendiri berada di pelabuhan sedangkan kapal siap mau berangkat meninggalkan kami, pakaian kami mulai basah d guyur Hujan fikiran kami bnr2 lg panik…berkecamuklah dalam fikiran sy tentang manqobqh karomah Wali Mursyid Pangersa Abah Anom yg d anggap banyak Ulama sbg Sulthon Aulia d masa ini adalah Beliau Pangersa Abah Syaikh A. Shohibul Wafa Tajul Arifin sedangkan d pihak lain pun banyak jg yang mengatakan Habib Abdul Qodir As-Saqqof dr Jeddah itulah sulthon Aulia yg sesungguhnya, ada lagi Syaikh Nazim Nazim dan Alm. Tuan Guru Ijai bnr2 d anggap sebagai Sulthon Aulia masa ini…..dalam kepanikan terlontar ucapan sumpah dr sy sbg Muridnya kepada Ust. Jufri, Jika bnr Pangersa Abah Anom itu Sulthon Aulia zaman ini kita pasti bisa masuk dgn kehendak Allah melalui perantaran berkah karomahnya…..jika kapal itu meninggalkan kita, sy Ilham bersumpah tdk akan pernah mengakui Pangersa Abah Anom sbg Sulton Aulia walaupun sluruh ulama mengakuinya namun sy hanya mengakui Pangersa Abah sebagai Wali yg Mursyid…..sy mohon pd Allah Yang Kuasa tunjukkan siapa sebenarnya Pangersa Abah Anom, sy mohon petunjuk siapa Sulthon Aulia zaman ini d antara 4 org Wali Mursyid d atas jadikan lah sy sbg salah seorang saksi hidup…..tunjukkan padaku satu isyarat saja yg aku bisa mengenalnya yakin seyakin-yakinnya tanpa syak wasangka bahwa beliau Syaikh A. shohibul Wafa Tajul Arifin Pangersa Abah Anom SULTHON AULIA ZAMAN INI……Subhanallah dengan kehendak Allah SWT melalui perantaraan barokah karomah Pangersa Abah Anom kami tiba2 d minta Petugas2 kapal cepat masuk k dlm kapal lewat bawah karena tangga kapal sudah tertutup rapat, d dlm kapal kami d lindungi sebagian petugas2 kapal, tuk alas kasur dan makan di antar oleh para petugas kapal, kami bayar d atas kapal dengan harga yang sama, kami tdk kena pemeriksaan bahkan slama di kapal kami d hormati….jika banyak terdapat kesalahan dlm tulisan ini sy mohon maaf yang sebesar-besarnya…wslm..
nanda berkata,
Juli 28, 2009 pada 7:52 am
duh…….
apa khabar kawan2 ikhwan di Pontianak mudah2an masih teringat saya dan semakin tekun mengamalkan……
salam
si bungul berkata,
September 9, 2009 pada 3:15 am
assalamualaikum kawan-kawan seiman bagi kawan kawan ada yang memiliki amalan para wali, tolong dong berbagi supaya kita bisa bersama sama mengikuti jejak mereka amin.